Menko Airlangga Pamer Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di APEC 2026 – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,
Airlangga Hartarto, memanfaatkan forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2026 sebagai panggung strategis
untuk menunjukkan kekuatan dan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Dalam berbagai pertemuan
APEC Business Advisory Council (ABAC) 2026 yang digelar di Jakarta, pemerintah menegaskan bahwa Indonesia tetap
berada pada jalur pertumbuhan yang stabil serta memiliki peluang besar untuk memperluas kerja sama ekonomi kawasan.
Forum APEC sendiri merupakan wadah kerja sama ekonomi yang beranggotakan 21 negara dengan kekuatan ekonomi besar,
sehingga menjadi peluang penting bagi Indonesia untuk meningkatkan peran dalam perdagangan internasional dan integrasi kawasan.
Menko Airlangga Pamer Strategi Ekspor dan Digitalisasi Jadi Sorotan
Dalam forum tersebut, Airlangga menekankan pentingnya peningkatan ekspor sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah menilai negara-negara APEC memiliki kontribusi signifikan terhadap perdagangan Indonesia, bahkan sekitar 70 persen
ekspor Indonesia selama ini terkait dengan kawasan tersebut.
Karena itu, Indonesia mendorong perluasan akses pasar bagi komoditas unggulan seperti produk industri, perkebunan, dan manufaktur.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global serta meningkatkan daya saing nasional di pasar internasional.
Selain ekspor, Airlangga juga menyoroti digitalisasi ekonomi melalui perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian
Standard (QRIS) di negara-negara APEC. Langkah ini dipandang sebagai strategi untuk mempermudah transaksi lintas negara,
mempercepat inklusi keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
Bukti Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pemerintah menilai kondisi ekonomi Indonesia tetap stabil dengan proyeksi pertumbuhan di kisaran sekitar 5 persen pada 2026,
yang didukung oleh konsumsi domestik, investasi, dan reformasi struktural yang berkelanjutan. Stabilitas ini menjadi pesan penting
yang ingin disampaikan Indonesia kepada mitra internasional dalam forum APEC.
Selain itu, berbagai program pemerintah seperti bantuan sosial dan stimulus konsumsi juga disiapkan untuk menjaga momentum
pertumbuhan pada awal 2026, terutama guna memperkuat daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi domestik.
Di sisi lain, Indonesia juga menekankan pentingnya transformasi struktural dan integrasi ekonomi kawasan untuk menurunkan tingkat
kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya
berorientasi pada angka, tetapi juga pada dampak sosial yang lebih luas.
Peran APEC dalam Memperluas Pengaruh Ekonomi Indonesia
Partisipasi aktif Indonesia dalam APEC menegaskan komitmen pemerintah Tuna55 untuk memperkuat kerja sama ekonomi regional yang
berdampak nyata. APEC dinilai sebagai platform strategis untuk mendorong perdagangan, investasi, serta inovasi kebijakan ekonomi
yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Melalui forum ini, Indonesia berupaya menunjukkan bahwa perekonomian nasional memiliki fundamental yang kuat dan mampu
menjadi mitra strategis di kawasan Asia-Pasifik. Langkah Airlangga mempromosikan capaian pertumbuhan ekonomi di APEC 2026
sekaligus menjadi sinyal bahwa Indonesia siap mengambil peran lebih besar dalam ekonomi global, baik melalui peningkatan ekspor,
digitalisasi sistem pembayaran, maupun penguatan kerja sama regional yang berkelanjutan.