
Banjir merendam perumahan Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat. Genangan air menyebabkan aktivitas warga terganggu dan sejumlah fasilitas lingkungan ikut terdampak.
Banjir kembali melanda kawasan Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat, setelah hujan deras mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya. Genangan air yang terjadi sejak beberapa jam lalu masih belum sepenuhnya surut, menyebabkan aktivitas warga terganggu dan sejumlah fasilitas umum terimbas banjir.
Warga Taman Palem melaporkan bahwa genangan air terjadi setelah intensitas hujan yang tinggi dalam waktu singkat. Debit air meningkat cepat dan masuk ke area perumahan, membuat jalan lingkungan serta pekarangan rumah tergenang air. Kondisi ini membuat akses keluar masuk lingkungan menjadi sulit dilalui, terutama oleh kendaraan kecil dan pejalan kaki.
Akibat banjir, sejumlah warga memilih untuk tetap berada di rumah sambil menunggu air surut. Aktivitas harian seperti berangkat kerja, sekolah, dan belanja kebutuhan pokok menjadi terganggu karena kondisi jalan yang tergenang air. Beberapa kendaraan pribadi juga mengalami hambatan ketika mencoba melintasi jalan utama di Taman Palem.
Fasilitas publik yg terdampak
Banjir yang terjadi di kawasan ini juga berdampak pada fasilitas publik di sekitar perumahan. Beberapa toko kecil dan warung di lingkungan melaporkan bahwa pelanggan berkurang karena warga memilih dirumah saja. Sementara itu, sejumlah fasilitas umum seperti trotoar dan area bermain anak menjadi tidak layak digunakan.
Warga secara mandiri berusaha mengatasi kondisi genangan air dengan berbagai cara sederhana. Sebagian warga tuna55 membersihkan saluran air kecil di lingkungan, sementara yang lain memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi di dalam rumah. Gotong royong menjadi hal penting dalam situasi ini, dengan warga saling membantu menghadapi dampak banjir.
Hingga kini, genangan air di Taman Palem Cengkareng Jakarta Barat masih belum sepenuhnya surut. Warga berharap adanya respon cepat dari pemerintah daerah guna mempercepat proses penanganan banjir, termasuk upaya pembersihan saluran air dan dukungan logistik bantuan bagi warga yang terdampak.
Banjir yang kembali terjadi di kawasan ini menjadi sorotan karena dampaknya pada kehidupan sehari-hari warga. Peristiwa ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan terhadap cuaca ekstrem dan sistem drainase yang memadai tetap menjadi isu penting di kawasan pemukiman padat di ibu kota.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan mengikuti arahan dari otoritas setempat. Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun warga sendiri, dinilai penting untuk meminimalkan dampak genangan air serta menjaga keselamatan masyarakat yang tinggal di daerah rawan genangan.