Kehadiran Adrian Luna membawa angin segar bagi Persik Kediri di kompetisi BRI Super League 2025/2026. Gelandang asal Uruguay tersebut resmi bergabung pada putaran kedua musim ini setelah sebelumnya memperkuat Kerala Blasters FC. Adaptasinya terbilang cepat, bahkan langsung memberi pengaruh nyata pada permainan Macan Putih.
Performa terbaik Luna sejauh ini terlihat saat Persik menjamu Bali United pada pekan ke-19. Bermain di Stadion Brawijaya, Jumat (30/1/2026), Persik sukses mengamankan kemenangan tipis 3-2. Dalam laga tersebut, Luna tampil sebagai salah satu motor permainan tim.
Tak hanya piawai mengatur ritme dan aliran bola dari lini tengah, Luna juga menunjukkan komitmen tinggi saat tim kehilangan penguasaan bola. Ia aktif membantu pertahanan, menutup ruang, dan menjaga keseimbangan permainan. Kontribusinya menjadi semakin lengkap setelah mencatatkan namanya di papan skor tepat menjelang turun minum, gol yang sekaligus memberi dorongan moral besar bagi Persik.
Bagi Luna, penampilan impresif ini terasa spesial karena menjadi ajang pembalasan atas debut yang kurang memuaskan. Pada laga sebelumnya, Persik harus menelan kekalahan telak 0-4 dari Malut United. Kekalahan tersebut menjadi pengalaman pahit, sekaligus tantangan awal bagi sang gelandang untuk segera beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Indonesia.
“Setelah hasil buruk di pertandingan sebelumnya, kemenangan ini sangat berarti bagi kami. Ada banyak hal positif yang bisa diambil, dan yang terpenting tim berhasil meraih tiga poin, ujar Luna, menegaskan fokusnya pada kepentingan kolektif.
Menariknya, kehadiran Luna seolah menghidupkan kembali jejak pemain Uruguay di Persik Kediri. Publik Kediri tentu masih mengenang sosok Ronald Fagundez dan Cristian Gonzales, dua figur yang pernah menjadi tulang punggung Persik di era kejayaannya. Ciri khas pemain Uruguay—teknik tinggi, mental kuat, dan daya juang tanpa kompromi—kembali terlihat dalam diri Luna.
Meski sukses mencetak gol perdana, Luna menegaskan bahwa pencapaian individu bukanlah prioritasnya. “Siapa pun yang mencetak gol tidak masalah. Yang terpenting adalah tim meraih kemenangan dan bergerak ke arah tujuan bersama, katanya.
Dengan sikap rendah hati, etos kerja tinggi, dan kontribusi nyata di lapangan, Adrian Luna berpeluang besar menjadi penerus tradisi pemain Uruguay yang pernah memberi warna tersendiri bagi Persik Kediri. Tuna55