
Atmosfer Santiago Bernabeu kembali membara saat Real Madrid menjamu Levante dalam lanjutan kompetisi domestik. Laga ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga menjadi momen istimewa bagi Álvaro Arbeloa yang menjalani debut kandang sebagai pelatih utama Los Blancos. Meski Madrid berhasil mengamankan kemenangan, tensi panas di tribun menunjukkan bahwa tuntutan publik Bernabeu tetap tinggi.
Sejak menit awal, sorotan tertuju pada sosok Arbeloa yang dipercaya memimpin tim utama. Mantan bek kanan Madrid itu mendapat sambutan beragam dari suporter, mulai dari tepuk tangan hingga sorakan kritis yang mencerminkan ekspektasi besar terhadap proyek barunya.
Real Madrid Awal Meyakinkan Madrid, Levante Bertahan Disiplin
Real Madrid langsung tampil dominan sejak peluit pertama. Penguasaan bola dikuasai tuan rumah, dengan tekanan bertubi-tubi diarahkan ke lini pertahanan Levante. Serangan melalui sayap dan kombinasi cepat di lini tengah menjadi senjata utama Madrid untuk membongkar pertahanan lawan.
Namun, Levante menunjukkan disiplin tinggi. Tim tamu tidak gegabah, memilih bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik cepat. Beberapa kali, lini belakang Madrid harus bekerja ekstra untuk memutus alur serangan Levante yang mengandalkan kecepatan pemain depan mereka.
Gol pembuka akhirnya tercipta melalui skema bola mati yang dieksekusi dengan baik oleh Madrid. Gol tersebut membuat Bernabeu bergemuruh, sekaligus meredakan sedikit tekanan terhadap Arbeloa di momen debut kandangnya.
Babak Kedua Penuh Emosi
Memasuki babak kedua, Madrid berupaya meningkatkan tempo permainan. Arbeloa terlihat aktif memberikan instruksi dari pinggir lapangan, mencoba menjaga intensitas permainan timnya. Meski demikian, penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat Madrid gagal menambah keunggulan lebih cepat.
Levante sempat memberi kejutan dengan mencetak gol balasan lewat serangan balik cepat. Gol tersebut membuat suasana Bernabeu kembali memanas. Sejumlah suporter terlihat meluapkan kekecewaan, menandakan bahwa kemenangan saja belum cukup tanpa performa meyakinkan.
Madrid akhirnya memastikan kemenangan lewat gol kedua di menit-menit akhir pertandingan. Gol ini memastikan tiga poin tetap berada di tangan Los Blancos, sekaligus menandai kemenangan perdana Arbeloa di Bernabeu sebagai pelatih kepala.
Debut Arbeloa dan Tekanan Bernabeu
Kemenangan ini menjadi catatan positif bagi Arbeloa, namun atmosfer Bernabeu menunjukkan bahwa masa adaptasi tidak akan mudah. Publik Madrid dikenal kritis dan menuntut permainan atraktif, bukan sekadar hasil akhir.
Arbeloa mengakui tekanan tersebut dalam pernyataan singkat usai pertandingan. Ia menilai timnya Tuna55 masih membutuhkan waktu untuk mencapai performa ideal, terutama dalam transisi bertahan dan efektivitas di depan gawang.
“Bernabeu selalu menuntut yang terbaik. Kami menang, tapi masih banyak yang harus diperbaiki,” ujar Arbeloa.
Tantangan ke Depan
Kemenangan atas Levante menjadi modal penting bagi Real Madrid untuk melanjutkan musim. Namun, jadwal padat dan lawan-lawan berat sudah menanti. Konsistensi permainan dan peningkatan kualitas performa menjadi kunci agar kepercayaan publik Bernabeu dapat terjaga.
Bagi Arbeloa, debut kandang ini adalah langkah awal dari perjalanan panjang. Dukungan dan kritik akan terus datang seiring hasil yang diraih timnya. Satu hal yang pasti, Bernabeu akan selalu panas, apa pun hasil akhirnya, dan itu menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah serta identitas Real Madrid.