Pembalap Jorge Martin akhirnya menjelaskan alasan di balik keputusannya bersama Aprilia Racing untuk tidak mempublikasikan dua prosedur operasi tambahan yang ia jalani pada Desember 2025, menjelang dimulainya musim MotoGP 2026.
Sepanjang 2025, Martin mengalami rangkaian cedera berat akibat sejumlah kecelakaan. Total, ia menderita hingga 25 patah tulang, termasuk cedera serius pada tulang scaphoid tangan kiri akibat insiden saat latihan supermoto. Nasib sial kembali menimpanya pada Seri Jepang, September lalu, ketika ia terjatuh dan mengalami patah tulang bahu kanan.
Proses pemulihan awal berjalan cukup positif. Martin bahkan sempat kembali turun lintasan pada Seri Valencia, November 2025. Namun setelah balapan tersebut, cedera di tangan dan bahunya kembali menimbulkan rasa nyeri yang signifikan, hingga mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jalani Transplantasi Tulang dari Panggul
Merasa kondisinya belum sepenuhnya membaik, Martin memutuskan untuk mencari pendapat medis lain dengan mengganti tim dokter. Dari hasil pemeriksaan lanjutan, ia disarankan menjalani operasi tambahan agar proses penyembuhan berjalan optimal. Martin pun menyetujui rekomendasi tersebut, meski keputusan itu tidak mudah.
Saat itu, ada beberapa tulang yang belum benar-benar menyatu. Saya akhirnya menjalani operasi sesegera mungkin, meski sempat ragu setelah semua yang saya alami sebelumnya. Menjalani operasi lagi bukan hal yang mudah, ujar Martin kepada The Race, Rabu (6/2/2026).
Salah satu prosedur penting yang dijalaninya adalah transplantasi tulang scaphoid menggunakan jaringan tulang yang diambil dari bagian panggul. Hasilnya, kondisi tulangnya kini telah terkonsolidasi secara penuh. Meski demikian, Martin masih harus menjalani tahap lanjutan berupa latihan kekuatan dan pemulihan fleksibilitas.
Kondisi tersebut membuatnya harus melewatkan tes pramusim MotoGP di Sepang, Malaysia, yang digelar pada 3–5 Februari 2026.
Pilih Tenang, Tak Ingin Cedera Jadi Sorotan
Meski belum bisa kembali mengendarai motor, pembalap berjuluk Martinator itu tetap hadir di Sepang untuk mendampingi Aprilia selama tes berlangsung. Di sela-sela momen tersebut, Martin mengungkap alasan utama mengapa ia memilih menyimpan rapat kabar operasi tambahan itu.
Saat itu, kami belum tahu apakah saya bisa datang ke sini atau tidak. Kami tidak ingin membuat kegaduhan soal cedera ini, ujarnya.
Ia mengaku setelah mengalami begitu banyak cedera sepanjang 2025, dirinya ingin menjalani masa pemulihan dengan lebih tenang tanpa tekanan publik.
Saya ingin menjalani pemulihan dengan santai di rumah. Saya tidak ingin terlalu banyak orang menghubungi saya. Karena itu, kami menunda pengumuman sampai keputusan akhirnya benar-benar jelas, jelas Martin.
Keputusan tersebut baru diumumkan ke publik sepekan lalu, setelah dipastikan ia tidak bisa ambil bagian dalam tes Sepang. Kini, fokus utama Martin adalah memulihkan kondisi fisik sepenuhnya agar siap bersaing kembali saat MotoGP 2026 resmi dimulai. Tuna55